Tabung SPT

Jasa Mini Bored Pile System

Peralatan bor untuk membuat pondasi tiang bor menggunakan alat khsusus. Pondasi tiang bor ini dinamakan Strauss Pile dengan pertimbangan sistem pondasi strauss ini telah lama dikenal di Indonesia.

Alat bor ini mempunyai kemampuan secara umum sebagai berikut :

  1. dapat melakukan pengeboran dari diameter 30 cm sampai 100 cm.
  2. Kedalaman pengeboran dari 5 m sampai 40 m diambil untuk menjaga kualitas sistem pengeboran bukan berdasarkan kemampuan bor.
  3. Kapasitas pengeboran per-unit mesin bor per-hari (8 jam kerja) tergantung pada beberapa kondisi sebagai berikut Sistem pengeboran “ wash boring ” atau “dry drilling “
  • Diameter dan kedalaman lubang bor
  • Kondisi lapangan/lokasi kerja
  • Kelancaran pasokan material
  • Tenaga kerja
  • Cuaca dll.

Secara umum dalam kondisi normal per-unit mesin bor dapat menyelesaikan pekerjaan pengeboran berikut pengecoran dalam ukuran volume beton sebanyak  2 m³  pada sistem “ wash boring ” dan 1 m³  pada  sistem “ dry drilling “.

  1. Daya dukung dari tiang secara umum untuk beton K-225 :

– D30               P =   30 ton

– D40               P =   60 ton

– D50               P =   90 ton

– D60               P = 120 ton

– D80               P = 250 ton

– D100             P = 390 ton

 

  1. MATERIAL BORED PILE

Material “ Bored Pile “ terdiri dari

  1. Beton

a.1. “Portand Cement” tipe-I atau disesuaikan dengan kondisi lapangan

a.2. “Agregat” kasar ukuran 1 – 2 cm rounded

a.3. “Agregat” halus ukuran 0.1 – 4 mm gradasi baik

  1. Baja tulangan beton

b.1. Untuk diameter > 16 mm digunakan baja ulir U-39

b.2. Untuk diameter < 16 mm digunakan baja polos U-24

  1. Air

Air yang digunakan sebagai bahan pengaduk beton harus disesuaikan dengan ketentuan dari PBI 1971

  1. Lumpur Bor

Lumpur bor yang digunakan merupakan lempung atau lanau alam yang bila dirasakan kurang kekentalannya akan ditambah dengan “benonite” dari tipe “premium gell”.

 

  1. URUTAN-URUTAN PELAKSANAAN

Urutan-urutan pelaksanaan “‘ bored pile” dapat diuraikan secara singkat sebagai berikut :

  1. Pekerjaan Persiapan
    • Merakit dan mendirikan menara bor,
    • Pembuatan bak sirkulasi bila pengeboran dilakukan dengan sistem “wash boring”,
    • Pembuatan sumur air bila dilokasi tidak terdapat sumber air
    • Pengadaan material
    • Perakitan baja tulangan.
  2. Pengeboran

Ada dua sistem pengeboran yang dapat dilakukan, pemilihannya disesuaikan dengan kondisi tanah dan lapangan

b.1. Pengeboran dengan “dry drilling” tanah dengan menggunakan mata bor spiral dan diangkat pada setiap interval kedalaman 0,5 meter. Proses ini dilakukan secara berulang-ulang sampai mencapai kedalaman yang direncanakan.

b.2. Pengeboran dengan sistem “wash boring” atau “sirculation drilling”. Tanah dihancurkan dengan menggunakan mata bor “cross – bit” yang berkecepatan putar 37.5 rpm dengan tekanan + 200 kg sambil ditiupkan air lewat lubang mata bor dengan bantuan pompa sentrifugal 3 inch, sehingga tanah yang dihancurkan menjadi lumpur terangkat keluar.

Kekentalan air bor/ lumpur sirkulasi tetap diamati dan dijaga agar semua tanah yang dihancurkan dapat terangkat dari lubang bor. Pengeboran dapat dihentikan dengan menghentikan beban penekannya bila pengeboran telah mencapai kedalaman rencana. Sementara itu mata bor dibiarkan tetap berputar dan sirkulasi air tetap berlangsung terus sampai + 10 menit. Langkah ini disebut pembersihan awal.

Selama pembersihan awal ini berlangsung, kerangka baja tulangan dan pipa tremie dapat dipersiapkan dan diangkut mendekat ke lubang bor.

Setelah rod bor dicabut dari lubang bor dan untuk mengontrol bahwa dasar lubang betul-betul telah bersih dari endapan sisa pengeboran, maka perlu dilakukan pengontrolan atau pembersihan terhadap dasar lubang sebagai berikut :

 

  • Untuk kondisi tanah berbutir halus bersifat lengket atau kohesif, pembersihannya digunakan spiral pembersih.
  • Untuk kondisi tanah berbutit kasar (pasir dan kerikil) pembersihannya digunakan “bucket”

Dengan adanya sistem pengontrolan ini, semua sisa pengeboran dapat terangkat keluar. Tahap ini adalah tahap akhir dari pengeboran.

  • Bila di dalam pekerjaan pengeboran di atas terjadinya kegagalan dalam arti terus terjadi keruntuhan yang mengakibatkan kedalaman bor tidak dapat lebih dalam lagi, maka sistem pengeboran harus dilakukan dengan sistem “full cassing”.

Tabung SPT

  1. Pemasangan Pipa Tremie dan Kerangka Baja Tulangan
    • Pipa tremie disambungkan dan dipasang ke dalam lubang bor sesuai dengan kedalaman pengeboran.
    • Kerangka baja tulangan yang telah dirakit sesuai dengan gambar, diagkat dengan bantuan “diesel winch”
    • Baja tulangan yang telah diangkat, diturunkan kedalam lubang bor secara hati-hati agar tidak banyak mengganggu atau merusak dinding lubang bor.
    • Posisi tulangan ditahan dengan cara memasang penahan dari baja beton diameter > 16 mm, panjang + 1 m melintang lubang bor.
    • Bila baja tulangan yang diperlukan adalah lebih dari 12 m, maka penyambungan ini dapat dilakukan dengan cara diikat kawat beton untuk baja ulir dan dilas untuk baja polos. Penyambungan dilakukan dipermukaan lubang bor.
    • Setelah pemasangan tulangan selesai, pada ujung atas pipa tremie dipasangkan “head” kombinasi dari diameter 6 inch ke diameter 2 inch untuk dilakukan pembersihan tahap akhir. Melalui ujung pipa tremie ditiupkan air – lumpur – bor kedalam lubang bor untuk membersihkan sisa runtuhan dan tanah yang melekat pada tulangan akibat dengan dinding lubang bor sewaktu penurunan tulangan.
    • Pada saat pembersihan tahap akhir ini dilakukan, pengadukan beton sudah bisa dimulai.

Pemasangan Pipa Tremie dan Kerangka Baja Tulangan

 

Pemasukan besi 2

Pekerjaan Pengecoran

Setelah pembersihan akhir berlangsung + 10 menit, maka pekerjaan pengecoran dapat dimulai. “Head” kombinasi 6” ke 2” pada pipa tremie diganti dengan corong cor.

♦ Pengecoran Awal

Sebagai bagian terpenting dan yang merupakan bagian akhir dari pekerjaan “bored pile” ialah pengecoran awal seperti di bawah ini :

  1. Untuk memisahkan adukan beton dari lumpur bor pada pengecoran awal digunakan kantong plastik yang diisi dengan adukan beton dan dimasukkan kedalam corong.
  2. Kantong plastik ditahan agar tidak turun ke dalam pipa tremie sebelum tenaga cor siap untuk melakukan pengecoran secara kontinyu.
  3. Setelah tenaga cor siap, maka kantong plastik dilepas masuk kedalam pipa tremie, pada saat yang sama dilakukan penuangan adukan beton secara cepat sehingga cukup sebagai pendorong air – lumpur – bor keluar dari pipa tremie.
  4. Pengecoran selanjutnya dilakukan secara kontinyu dan tidak terputus lebih dari + 10 menit. Dengan sistem tremie ini pengecoran dilaksanakan dari dasar lubang sehingga beton akan terus mendesak air – lumpur dari bawah ke luar lubang bor.
  5. Bila adukan beton di dalam pipa tremie tidak dapat lagi mengalir maka dilakukan hentakan-hentakan pada pipa tremie sampai adukan turun. Apabila adukan beton tidak dapat turun lagi/adukan beton telah naik cukup jauh melewati ujung

bawah pipa tremie, maka pipa tremie dapat ditarik ke atas sedikit demi sedikit sambil terus diadakan hentakan-hentakan. Penarikan pipa tremie ini harus dijaga dan diperhitungkan sehingga ujung bawah pipa tremie tetap dalam kondisi tercelup di dalam adukan beton.

Pada waktu aksi-aksi di poin 5 ini dilakukan, pengisian adukan beton tetap diteruskan dan dijaga agar corong tidak kosong.

  1. Pipa tremie dapat dilepas pada setiap 3 meter, ini dilakukan bila tremie telah naik ke permukaan lubang melebihi 3 meter.
  2. Pengecoran dapat dihentikan bila adukan beton yang maik dipermukaan dan tumpah dari lubang bor telah benar-benar bersih dari lumpur dan kotoran lainnya. Bila pengecoran harus dihentikan pada suatu kedalaman di bawah permukaan tanah dengan perhitungan adanya galian tanah, maka penghentian pengecoran minimal harus mempunyai volume lebih untuk 1 meter tinggi.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

 

DAFTAR PERALATAN BORED PILE

No NAMA BARANG SAT JUMLAH
1 Tripot Tegak Set
2 Elektromotor Bh
3 Winch Bh
4 Speed Reducer Bh
5 Lopor 2 jalur Bh
6 Genset DONFENG S-20 Bh
7 Mesin diesel TF 85/65 Bh
8 Pompa NS-80 Bh
9 Tambang plastik Roll
10 Kabel listrik Roll
11 Ohm Stater Bh
12 Water Swipel Bh
13 Corong Tremie Bh
14 Pipa Tremie (L=3 m) Btg
15 Stang bor (L= 6 M) Btg
16 Selang Tekan Rol
17 Selang isap Rol
18 Mata bor cross bit dia = 300-800 Bh
19 Auger cleaning Bh
20 Kunci rantai Bh
21 Peralatan dan kunci-kunci Box
22 Travo las Bh
23 Robin Bh
24 Mata bor Endlarge Bh

LEAVE REPLY

Your email address will not be published. Required fields are marked *